Upin & Ipin Universe, Salah Harga atau Salah Segmentasi Pasar?

Upin & Ipin Universe Promotional Banner

Upin & Ipin Universe, Salah Harga atau Salah Segmentasi Pasar?

Pada tanggal 17 Juli 2025 Game Upin & Ipin Universe resmi dirilis di Platform Nintendo Switch, PS4, PS 5, dan juga PC. Namun rilisnya game ini mendapat respon yang beragam dari para pemain. Alih-alih mendapatkan pengalaman yang menyenangkan menjelajahi Dunia Upin dan Ipin, banyak pemain yang mengaku merasa kecewa dengan game ini. Imbasnya Halaman Steam game tersebut dibanjiri oleh review negatif dari pemain. Lantas faktor apa saja yang menyebabkan game tersebut mendapatkan respon yang demikian dari para pemain?

Rilisnya Game Upin & Ipin yang Terkesan Tiba- Tiba

Streamline Studio dan Les ‘Copaque baru merilis trailer resmi untuk game Upin & Ipin Universe dua pekan sebelum tanggal perilisannya. Selain itu pihak studio juga tidak membuat kampanye media sosial dari jauh-jauh hari berkaitan dengan game ini sebagaimana game yang lain. Hal ini memberikan kesan kepada publik bahwa game ini muncul tiba-tiba dan menimbulkan asumsi bahwa pihak developer sudah percaya diri dengan game tersebut.

Tidak Adanya Early Access ataupun Closed Beta Test pada Game Upin & Ipin Universe

Early Acces merupakan fitur yang penting bagi para developer yang ingin memasarkan gamenya sekaligus mendengarkan saran dari pemainnya. Sehingga nanti game yang digarap oleh developer menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Tidak adanya fitur tersebut pada game ini membuat para pemain beranggapan bahwa game ini sudah teroptimasi dengan baik sejak perilisannya. Tentu saja ketika para pemain menemukan bug ataupun kekurangan yang lain pada game ini akan menyebabkan mereka memberikan review negatif.

Harga Game Yang Terlalu Tinggi

Upin & Ipin Universe dibandrol dengan harga 650 Ribu Rupiah, harga yang bisa dikatakan mahal untuk Region Asia Tenggara. Harga ini tentu saja tidak pas dengan target pasar mereka yang mengincar anak-anak yang belum dapat membeli game itu secara mandiri. Hal ini tentu menyebabkan kegalauan ditengah publik apakah game ini ditujukan untuk orang dewasa atau anak-anak?

Banyak pemain yang beranggapan untuk harga yang diberikan tidak sebanding dengan apa yang game ini tawarkan. Game ini hanya berisi kumpulan mini game yang dapat dikerjakan sambil menjelajahi Kampung Durian dan tidak memiliki satu alur cerita yang menarik untuk orang dewasa.

Di Sisi lain, ada mekanisme yang mungkin membuat anak-anak malah bingung saat memainkannya. Seperti fakta pemain tidak bisa mengambil item sekaligus memegang item lain secara bersamaan. Hal ini tentu saja dapat membuat anak-anak mengalami frustrasi pada saat memainkannya.

Brand Dependency yang Berlebihan pada Series Upin & Ipin

Developer game ini memang tidak pernah mengakui secara langsung bahwa mereka percaya bahwa apapun yang berkaitan upin & ipin pasti akan laris, akan tetapi kita bisa melihat implikasinya dengan cara pemasaran mereka dan juga minimnya keunikan game ini dibandingkan dengan game lain.

Mari kita pikir sejenak, maukah kamu memainkan game yang hanya menawarkan Open World Exploration tapi tidak memiliki cerita yang menarik dan hanya berisi kumpulan mini game? Tentu saja tidak. Hanya karena Game ini memiliki judul Upin & Ipin Universe developer beranggapan bahwa kamu pasti tertarik akan memainkannya. Padahal kenyataanya hal ini belum cukup untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pemain.

Minimnya Lokalisasi Promosi

Promosi yang diberikan pihak studio Les ‘Copaque dan Streamline Studio hanya berpusat pada trailer di Youtube saja. Padahal Malaysia dan Indonesia memiliki komunitas gamer yang cukup aktif dan dapat dimanfaatkan sebagai media promosi sehingga developer juga dapat mendengarkan saran dan kesan dari para pemain yang sudah mencoba gamenya sebelum dirilis. Selain menjadi media promosi yang baik langkah ini dapat memberikan gambaran terkait visi dari game ini.

Selain Komunitas game seharusnya pihak developer juga bekerja sama dengan media baik di Malaysia ataupun Indonesia yang bisa memberikan ulasan awal terkait game ini sehingga para pemain lebih mudah mengatur ekspektasi mereka ketika rilis.

Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat Upin & Ipin merupakan salah satu series yang paling sering ditonton di Malaysia dan Indonesia. Dengan strategi promosi yang tepat seharusnya game ini mendapat sambutan baik dari komunitas dan media lokal di kedua negara tersebut.

Kesimpulan

Upin & Ipin Universe memberikan pelajaran yang cukup pahit untuk developer dan studio pemegang lisensinya, bahwa hanya mengandalkan salah satu IP mereka tidak menjamin akan berhasilnya satu project. Perlu adanya strategi yang matang dalam mempromosikannya mulai dari bekerja sama dengan media, komunitas hingga membuat kampanye media sosial.

Selain itu, game ini juga perlu melakukan optimasi besar-besaran agar nantinya tidak mengecewakan para pemain ketika memainkannya.

Baca Juga: Digital Marketing Itu Apa? Panduan Lengkap untuk Pemula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share Artikel :